Jumat, 10 Desember 2010

Naskah Pidato Hikmah Tahun Baru Hijriyah

Tema                : Hikmah Tahun Baru Hijriyah

Hadirin, yang dimuliyakan Allah
Bu…., Pa…. dan semuanya…..boleh saya  bertanya dulu….? Kapan sih tahun baru itu dirayakan ?  Jawabannya  apa teman-teman……..pasti 1 Januari
Lantas apa  yang kita tahu tentang  tahun baru 1 Muharram ?   Ada yang bisa menjawab ?  …………….Nah,  pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan mengambil tema Hikmah Memperingati  Tahun Baru Hijriyah.
Bapak, Ibu lan batur-batur kabeh. Masih kelingan  beli pergantian tahun baru, malam tahun baru. Pasti yang teringat semarak tiup trompet,  kemeriahan pesta kembang api,  pentas panggung hiburan, konvoi kendaraan dan bentuk kemeriahan-kemeriahan lainnya. Bahkan konon ada yang merayakannya dengan pesta pora mabuk-mabukan. Nau’udzubillah tsuma na’udzubillahi min dzalik.
Boleh dan sah-sah saja kita menyambutnya dengan suka ria, dengan rasa bangga dan bahagia, tapi amat dan sangat disayangkan pabila momen tersebut dimanfaatkan dengan hal-hal yang negative  yang kelak meracuni masa depan bangsa kita.
Ma’asirol muslimin rohimakumullah
Beberapa hari lagi Tahun 1431 Hijriyah akan segera berakhir dan berganti tahun baru 1432 H. Berbeda dengan tahun baru masehi, dimana  tahun baru masehi selalu dirayakan dengan penuh gegap gempita, seperti tahun 2010 pesta pora di mana-mana, kembang api menandai tenggelamnya tahun 2010 terbitlah mentari di ufuk timur menandai datangnya tahun baru 2011.
Kini umat Islam menyambut tahun baru 1431 H, lebih awal dari tahun Masehi. Menyadari hakikat tahun baru hijrah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru hijrah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat orang lain. Sebagai Ummat Islam, Ummat Nabi Muhammad SAW, sepatutnya kita menyambut pergantian tahun yang ditentukan oleh Allah sebagai tahun yang dipakai dalam penentuan waktu dalam menjalankan Syariat Islam.
Lantas bagaimana cara memperingati tahuan baru yang baik dan benar ?   Rasulullah SAW sabdakan, yang artinya: " Barangsiapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta`ala menjadikan kaffarat / tertutup dosanya selama 50 tahun.
Sejarah dan peristiwa yang melatarbelakangi  terjadinya tahuan bari hijriyah sungguh  sangat penting, karena tanpa peristiwa itu  mungkin perkembangan Islam tidaklah sekemilau  ini. Peristiwa itu terjadi karena tekanan dan himpitan yang luar biasa dari kaum kafir qurasy terhadap dakwah Nabi Muhammad saw.
Datanglah suatu masa dimana para preman Mekah berkumpul di Darul Nadwah. Mereka menetapkan akan mengambil suatu keputusan penting berkaitan dengan Nabi. Salah seorang dari mereka mengusulkan agar beliau di belenggu dengan besi lalu di buang ke penjara sehingga beliau mati kelaparan. Sebagian lagi mengusulkan agar beliau di buang dari Mekkah dan diusir. Abu Jahal mengusulkan agar mereka mengambil dari setiap keluarga dari keluarga-keluarga Quraisy seorang pemuda yang kuat, kemudian setiap dari mereka di beri pedang yang terhunus dan hendaklah mereka memukulkan pedang itu ke tubuh Nabi. Jika mereka berhasil membunuhnya niscaya semua kabilah bertanggung jawab darah sang Nabi dan Bani Hasyim tidak akan mampu menuntut dan memerangi orang Arab semuanya dan mereka akan menerima diat sebagai tebusan dari pembunuhan itu. Demikianlah persekongkolan itu di gelar dan mereka sepakat untuk melaksanakan hal itu. Namun Al-Qur’an al-Karim menyingkap persekongkolan yang dilakukan orang-orang kafir itu dalam  Allah berfirman dalam Surat Al Anfal ayat 30


dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.”
Kemudian datanglah malam pelaksanaan kejahatan itu. Rasulullah saw memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya di malam tersebut. Datanglah pertengahan malam dan Rasulullah saw pun keluar dari rumahnya. Para pemuda Mekkah mengepung rumah. Mereka menghunuskan pedangnya. Nabi menggenggam tanah lalu beliau melemparnya ke arah kaum sehingga mereka pun merasa kantuk sehingga Nabi saw dapat menembus kepungan mereka. Beliau keluar dari Mekkah dan berhijrah.
Sebagaimana kita ketahui bersama hijrah Nabi Muhammad shallalahu `alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah telah membawa perubahan besar terhadap peradaban umat manusia, perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah. Tentunya semangat hijrah diharapkan mampu menjadi semangat baru bagi umat Islam dalam memulai sejarahnya pada detik ini dan pada masa selanjutnya. Karenanya, makna hijriyah harus terinternalisasi dalam diri kita dan diolah menjadi sikap yang luhur dan dinamis dalam menata masa depan yang lebih baik.
Hadirin, yang dimuliyakan Allah
Kesimpulan dari  pidato saya,  peristiwa yang melatarbelakangi  peringatan tahun baru Hijriyah  merupakan  peristiwa yang sangat penting bagi perkembangan dakwa Islam, karena tanpa hijrah nabi mungkin perkembangan Islam tidak sementereng  sekarang ini. Kita tanamkan  ruh hijriyah sebagai semangat baru dalam menapaki hidup yang dinamin dalam menata masa depan yang labih baik .
            Usikum wanafsi bitaquallah. Ihdinbashorotol mustaqim
Wassalamu’alaikum wr. Wb.

                                                            Cirebon, 23 Nopember 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar